Entri Populer
-
Ureung Meureudu, “Mata Hu Su Meutaga” POSTED On : 14 - Feb - 2012 ― EDITOR By : el-Asyi Share Artikel » Biv...
-
Yahudi adalah bangsa Israel yangg sangat benci kepada Tuhan Nabi Muhammad SAW hanya kerana Nabi akhir zaman itu bukanlah lagi dari Bani isra...
-
Banda Aceh is located in northern west of Indonesia. It is a special region and province in Indonesia. To visit Aceh now you can entry via ...
-
Bos Sabu Aceh Punya BMW, Porche dan POM Bensin Ditangkap BNN Rabu, 27 Maret 2013 22:33 Jakarta - Badan Narkotika Nasional (BNN) menangk...
-
Sabtu, 06 April 2013 20:04 JAKARTA - Anggota Dewan Pakar Pembela Kesatuan Tanah Air (PEKAT) Cut Justisia mengatakan, Perjanjian Helsink...
-
Jakarta Belum Terima Bendera Aceh Selasa, 26 Maret 2013 19:40 Jakarta - Kementerian Dalam Negeri akan mengevaluasi Qanun Nomor 3 Tahun ...
-
Minggu, 31 Maret 2013 08:46 WIB Oleh Hanif Sofyan Dalam bulan Februari-Maret ini saja, setidaknya kita sudah disuguhi beberapa pernyata...
-
Gambar di atas adalah menampilkan suasana perayaan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW masyarakat Aceh yang bermukim di Australia, yang ...
-
Banda Aceh - Pasca bencana Tsunami melanda Aceh 2004 lalu, banyak sekali nilai-nilai yang telah bergeser di tanah Serambi Mekkah. Mulai dari...
Sabtu, 30 Maret 2013
Tragedi moral di Nanggroe syariat
Minggu, 31 Maret 2013 08:46 WIB
Oleh Hanif Sofyan
Dalam bulan Februari-Maret ini saja, setidaknya kita sudah disuguhi beberapa pernyataan serius terkait kasus seks bebas. Enam warga Aceh positif HIV AIDS yang penyebab utamanya adalah seks bebas (Serambi, 28 Februari), Seks Bebas di Aceh Serius (Serambi, 4 Maret), Arisan Berhadiah Lelaki Muda (Serambi, 5 Maret) dan Seks Bebas Rambah Banda Aceh (Serambi, 21 Maret), yang dinyatakan langsung oleh Wakil Wali Kota Banda Aceh.
Bagi banyak pihak informasi itu bukan sesuatu yang baru. Sudah sejak lama desas-desus tentang kebebasan seks menyeruak dalam keseharian kita. Kasusnya bermunculan satu per satu tanpa ekspose khusus, dan hanya menjadi muatan berita media, sebagai opini dan berita. Kampus menjadi sorotan utama terkait persoalan ini, mengingat komunitas terbesarnya adalah para mahasiswa yang berusia muda dan tinggal di perumahan kos yang terkadang lost control dan menjadi ruang paling mudah tumbuhnya fenomena ini. Dulu kita santer mendengar tentang “Ayam Kampus”, sempat menjadi berita panas, kemudian menghilang seperti laiknya kasus seksual biasa. Kemudian disusul dengan pemberitaan hangat, mini cafe di pinggiran jalan sebagai media transaksi seks yang dilanjutkan dengan janji temu di losmen dan hotel di seputaran kota. Kasus ini juga sempat menjadi menu di sebuah televisi swasta. Berita ini telah ditindaklanjuti oleh Pemkot dengan pembatasan jam operasi cafe, dan kasusnya kemudian menghilang, lalu basi.
Sesungguhnya modus dari free seks itu terus bertumbuh, berubah dan bertambah, makin canggih, makin halus, dan makin tak terdeteksi karena muda-mudi makin “profesional” dalam mengolah bentuk hubungan itu. Mereka menggunakan kendaraan roda empat, janji ketemuan, dan kemudian bertemu di tujuan yang tak dicurigai umum. Lokasi operandi tak lagi melulu di hotel atau losmen, tempat yang paling sering dirazia. Kini mulai beralih ke perumahan, sehingga makin tak terdeteksi. Karena selihai-lihai penjaga keamanan, pencuri tentunya lebih lihai dalam mengelabui kejahatannya. Dan ini dilakukan secara berjamaah. Berdasarkan hasil sebuah penelitian di tahun 2011 saja, ternyata 6,42% seks bebas dilakukan oleh remaja SMA, 12,02% oleh mahasiswa. Penelitian itu juga menyebut 90% siswa terbiasa dengan blue film dan 15%-nya menyatakannya sebagai kebutuhan (Serambi, 5 Maret). Kekuatiran membesar dengan blow up pemberitaan di beberapa media. Selama kurun Februari hingga Maret saja, tak kurang dari 5 kasus besar tersangkut soal free seks. Dan yang sesungguhnya memprihatinkan kita adalah, karena seperti dalam banyak kasus lain yang berbeda, satu kasus yang muncul ke permukaan adalah bagian dari ratusan dan ribuan kasus serupa yang tak terekspose. Ini adalah ice berg, puncak gunung es persoalan kita.
Mau tak mau ketika kita mulai membicarakan sesuatu di Aceh, apalagi tentang runtuhnya moral, kita pasti akan menyentuh bahasan pada sisi syariah yang dikonfrontir dengan setiap persoalan yang muncul. Karena syariah adalah sebuah patron, rumus yang digadang mampu mencegah yang mungkar karena perspektifnya agamis, padahal di sinilah tantangan terbesarnya. Makin kaffah kita bersyariah, makin tinggi ekspektasi orang, membandingkannya dengan daerah lain, yang tidak memberlakukan sistem ini.
Ukuran-ukuran atau parameter keislaman dan kesyariatan menjadikan persoalan yang kelihatan sederhana jadi lebih rumit. Bayangkan dari satu sisi saja, dengan meningkatnya jumlah program keagamaan, seperti program Beut Ba’da Magrib, diberlakukannya kebijakan seperti Larangan Duduk Mengangkang, ditambah lagi jumlah sarana ibadah, namun tidak pararel dan signifikan dengan penambahan jumlah jamaah di masjid setiap waktu shalat dan di waktu-waktu lain. Kelompok yang memanfaatkan masjid justru terlihat eksklusif, dan penerima pesan dakwah adalah kelompok yang homogen, jamaah masjid yang sama dari waktu ke waktu. Kelompok yang menyiarkan dan memakmurkan masjid dikesankan menjadi kelompok “jadul”. Ini tidak berangkat dari sesuatu yang pesimistis, apalagi merendahkan, tapi inilah realitas kekinian zaman.
Kita bisa berkaca dalam meneropong kasus besar dengan melihat potret keseharian kita. Persoalan sederhana cara berpakaian yang katanya makin modis, trendi, up to date; model pergaulan cipika-cipika yang tak lagi menjadi pemandangan aneh. Banyak komunitas tertentu atau kelompok yang tidak lagi mengindahkan aturan muhrim-muhriman. Sekolah menjadi komunitas yang saat ini melahirkan sikap permisif terhadap model pergaulan bebas. Meskipun ada pemberlakuan pemisahan murid perempuan dan laki-laki saat jam belajar, justru berpeluang “mengobarkan semangat untuk berintim-intim di jam istirahat.”
Namun, semua fenomena itu bukan sesuatu yang muncul tiba-tiba. Pascatsunami semuanya masuk seperti air bah tak terbendung bersama masuknya bala bantuan bencana. Dan hari ini kita menemukan dua hal pascatsunami. Pertama, berkah bantuan yang tak terkira yang mengubah Aceh berwajah manis metropolis. Kedua, ada wajah muram, nakal, berupa kejahatan lain yang ikut sebagai dampak pertumbuhan kota baru. Mall bertambah meriah, kendaraan memenuhi jalanan, ruang parkir makin sempit dan semrawut dan jalanan macet tiba-tiba menjadi menu tambahan kota. Komunikasi nirkabel, transportasi cepat, memungkinkan semua berpindah dalam kedipan mata. Dan tak ada yang dapat menyanggah bahwa praktik yang sedang terjadi di ibukota sebagai pusat segala macam masuknya budaya, sedang diadopsi pelan namun pasti, dalam kadar yang berbeda. Jika sebelumnya praktik asusila tersembunyi, kini lebih eksklusif. Pejabat, politikus, hingga orang awam memanfaatkan, cafe, hotel sebagai mediumnya. Janji bertemu bisa dilakukan lewat handpone, via lesehan di cafe, tidak seperti dulu harus face to face untuk booking-an. Dengan sistem yang canggih, penjahat bisa mengakali polisi dengan cara yang lebih lihai, konon lagi jika pemainnya mereka sendiri. Satu-satunya yang tidak bisa dikibuli oleh mata dan hati kita hanyalah malaikat Atid dan Raqib, penjaga hati kita, dan Tuhan yang mengawasi manusia bahkan untuk setiap daun yang luruh dari tiap pohon di seluruh alam semesta. Namun ukuran itu barangkali terlalu melangit dan abstrak bagi pelaku maksiat yang berprinsip, “Muda foya-foya, tua masuk syurga.”
Tuhan tetap ada di hati kita, dalam darah kita seperti doa yang selau kita panjatnya setiap harinya. Namun, runtuhnya “rasa memilikiTuhan” dalam hati kita menjadi pemicu utama hilangnya arah dan tujuan hidup kita hari ini. Pendekatan agama menjadi sesuatu yang tidak “indah” dan “jadul” banyak para pelaku maksiat. Dengan apa pun kemasannya, isu agama tetap menjadi barang yang tidak terbeli meskipun kita melakukannya dengan sistem cuci gudang, beli satu gratis lima. Momentum agama hanya menjadi komoditas pada momentum tertentu, ketika Ramadhan, ketika hari raya, dan ketika kematian menjelang. Saat itu kita tiba-tiba teringat ternyata masih punya Tuhan, masih punya sesuatu yang harus dipertanggungjawabkan kelak setelah kehidupan dan kematian. Setelahnya kita lupa lagi! Barangkali kita butuh sustainable tsunami, untuk setiap kali mengingatkan kadar moralitas, seperti diungkap halus dalam hadih maja, “Meudoa watee sakeet, Meurateb watee gempa.” Itulah kebutuhan kita akan Tuhan hari ini.
Satu-satunya harapan kita adalah bahwa kita masih bersandar pada syariah, dengan hukum Allah yang tidak dapat dijustifikasi karena kebenarannya yang hakiki. Berikutnya adalah keluarga, dengan kualitas pertemuan, memanfaatkan momen sesederhana makan bersama, shalat berjamaah untuk mengantar dan membimbing anak-anak sebagai titipan Tuhan yang kelak akan dipertanggungjawabkan.
Lalu berharap para pemimpin kita tak hanya menjadikan syariah sebagai pencitraan, namun dengan kekuasaannya yang besar dapat melakukan intervensi untuk semua jenis kebaikan. Melakukan langkah proaktif bukan reaktif, terhadap kemunculan berbagai persoalan. Dan dalam perspektif yang luas, menjadikan Aceh sebagai negeri Islami dan madani.
Almarhum Prof Dr Safwan Idris MA pernah mengatakan, “Islam itu bukan simbolitas, Islam tidak terletak pada besarnya surban, tingginya peci, tertutupnya aurat seluruh badan, tetapi Islam itu adalah pengamalan secara kaffah. Sangat bagus jika pengamalannya sampai pada tahap seseorang dapat memakai simbol-simbol, tetapi intinya bukan di sana.”
Rabu, 27 Maret 2013
Bandit narkoba bergengsi Aceh di tangkap BNN
Bos Sabu Aceh Punya BMW, Porche dan POM Bensin Ditangkap BNN
Rabu, 27 Maret 2013 22:33
Jakarta - Badan Narkotika Nasional (BNN) menangkap bos sabu-sabu asal Aceh berinisial F. Untuk memberikan efek jera pengedar narkoba, BNN memberlakukan penelusuran pencucian uang hasil penjualan narkoba, yang selanjutnya akan disita negara.
"Di Jakarta, ada 1 unit porsche yang dibeli pada 2012 dengan harga Rp 2,5 miliar. BMW tipe terbaru dengan harga Rp 1,5 miliar dan ada uang di rekeningnya itu sekitar Rp 10 miliar," ucap Direktur Pemberantasan BNN Brigjen Pol Benny Mamoto di Gedung BNN, Jakarta, Rabu (27/3/2013).
Selain itu BNN juga menelusuri dugaan pencucian uang aset F di Aceh.
"Kita lacak asetnya di Aceh. Ada beberapa lahan di Aceh. Terus ada beberapa ruko, 1 unit Pom bensin. Lalu ada hotel senilai Rp 20 miliar," urai Benny.
Menurutnya, BNN sudah melakukan penyelidikan dari awal 2012. F bisa ditangkap berdasarkan informasi dari pengedar-pengedar narkoba yang sudah ditangkap lebih dulu. Dari keterangan mereka, F merupakan bandar paling berkuasa di Aceh.
Hingga saat ini, BNN enggan memberitahukan berapa banyak sabu-sabu yang dikuasainya. Sebanyak 3 mobil mewah F sudah disita dan diparkir di basement Gedung BNN. [1-liputan6]
Rabu, 27 Maret 2013 22:33
Jakarta - Badan Narkotika Nasional (BNN) menangkap bos sabu-sabu asal Aceh berinisial F. Untuk memberikan efek jera pengedar narkoba, BNN memberlakukan penelusuran pencucian uang hasil penjualan narkoba, yang selanjutnya akan disita negara.
"Di Jakarta, ada 1 unit porsche yang dibeli pada 2012 dengan harga Rp 2,5 miliar. BMW tipe terbaru dengan harga Rp 1,5 miliar dan ada uang di rekeningnya itu sekitar Rp 10 miliar," ucap Direktur Pemberantasan BNN Brigjen Pol Benny Mamoto di Gedung BNN, Jakarta, Rabu (27/3/2013).
Selain itu BNN juga menelusuri dugaan pencucian uang aset F di Aceh.
"Kita lacak asetnya di Aceh. Ada beberapa lahan di Aceh. Terus ada beberapa ruko, 1 unit Pom bensin. Lalu ada hotel senilai Rp 20 miliar," urai Benny.
Menurutnya, BNN sudah melakukan penyelidikan dari awal 2012. F bisa ditangkap berdasarkan informasi dari pengedar-pengedar narkoba yang sudah ditangkap lebih dulu. Dari keterangan mereka, F merupakan bandar paling berkuasa di Aceh.
Hingga saat ini, BNN enggan memberitahukan berapa banyak sabu-sabu yang dikuasainya. Sebanyak 3 mobil mewah F sudah disita dan diparkir di basement Gedung BNN. [1-liputan6]
Selasa, 26 Maret 2013
Jakarta belum terima bendera Aceh!
Jakarta Belum Terima Bendera Aceh
Selasa, 26 Maret 2013 19:40
Jakarta - Kementerian Dalam Negeri akan mengevaluasi Qanun Nomor 3 Tahun 2013 tentang Bendera dan Lambang Aceh. Pasalnya atribut baru berpotensi melanggar sejumlah peraturan perundangan karena mengadopsi bendera dan lambang Gerakan Aceh Merdeka (GAM).
"Iya kita sudah mendengar adanya qanun tersebut. Saat ini sedang dievaluasi oleh Kemendagri," kata Mendagri Gamawan Fauzi ketika dihubungi, Selasa (26/3).
Menurut rencana, ungkap Gamawan, pihaknya segera memberi tanggapan terkait qanun tersebut. "Kamis ini, saya tanda tangani. Mudah-mudahan awal pekan depan disampaikan oleh Ditjen Otonomi Daerah ke pemerintah Nanggroe Aceh Darussalam," ungkapnya.
Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) qanun pada Jumat (22/3) dan telah dimasukkan ke dalam lembaran daerah pada Senin (25/3).
Dalam Qanun Bendera dan Lambang Aceh ditetapkan, bendera Aceh berbentuk segi empat persegi panjang dengan ukuran lebar 2/3 dari panjang, warna dasar merah, dua buah garis lurus putih di bagian atas dan bawah, 1 garis hitam di bagian atas dan bawah. Pada bagian tengah bendera terdapat gambar bulan bintang dengan warna putih dan hitam.
Untuk lambang akan terdiri atas gambar singa, buraq, rencong, gliwang, perisai, rangkaian bunga, daun padi, jangkar, huruf ta tulisan Arab, kemudian gambar bulan bintang dengan semboyan Hudep Beu Sare Mate Beu Sajan. Baik bendera maupun lambang tersebut sama sekali tak berbeda dengan bendera dan lambang GAM antara 1976 hingga 2005.
[006-metrotvnews]
Selasa, 26 Maret 2013 19:40
Jakarta - Kementerian Dalam Negeri akan mengevaluasi Qanun Nomor 3 Tahun 2013 tentang Bendera dan Lambang Aceh. Pasalnya atribut baru berpotensi melanggar sejumlah peraturan perundangan karena mengadopsi bendera dan lambang Gerakan Aceh Merdeka (GAM).
"Iya kita sudah mendengar adanya qanun tersebut. Saat ini sedang dievaluasi oleh Kemendagri," kata Mendagri Gamawan Fauzi ketika dihubungi, Selasa (26/3).
Menurut rencana, ungkap Gamawan, pihaknya segera memberi tanggapan terkait qanun tersebut. "Kamis ini, saya tanda tangani. Mudah-mudahan awal pekan depan disampaikan oleh Ditjen Otonomi Daerah ke pemerintah Nanggroe Aceh Darussalam," ungkapnya.
Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) qanun pada Jumat (22/3) dan telah dimasukkan ke dalam lembaran daerah pada Senin (25/3).
Dalam Qanun Bendera dan Lambang Aceh ditetapkan, bendera Aceh berbentuk segi empat persegi panjang dengan ukuran lebar 2/3 dari panjang, warna dasar merah, dua buah garis lurus putih di bagian atas dan bawah, 1 garis hitam di bagian atas dan bawah. Pada bagian tengah bendera terdapat gambar bulan bintang dengan warna putih dan hitam.
Untuk lambang akan terdiri atas gambar singa, buraq, rencong, gliwang, perisai, rangkaian bunga, daun padi, jangkar, huruf ta tulisan Arab, kemudian gambar bulan bintang dengan semboyan Hudep Beu Sare Mate Beu Sajan. Baik bendera maupun lambang tersebut sama sekali tak berbeda dengan bendera dan lambang GAM antara 1976 hingga 2005.
[006-metrotvnews]
Senin, 25 Maret 2013
Ini efek dari banyak stres
Ini Penyebab Jika Banyak Mikir
"JANGAN terlalu banyak berpikir! Terus memikirkan peristiwa yang membuat stres bisa meningkatkan 20 persen peradangan dalam tubuh Anda,” kata peneliti dari Ohio University.
Bila berlebihan merenungkan masa lalu, pada dasarnya Anda menciptakan hormon stres dalam pikiran Anda, kata penulis Peggy Zoccola, Ph.D.
“Stres bisa berdampak pada perubahan dalam tubuh Anda dari detak jantung, tekanan darah, atau tingkatan kartisol (hormon yang mempengaruhi metabolisme tubuh) dan terus merenungkan peristiwa stres itu bisa mengaktifkan suasana negatif yang sama dalam tubuh saat itu,” tambahnya.
Selanjutnya, kata dia, jika Anda tidak bisa beranjak dari pikiran itu, maka bisa berdampak pada peradangan yang berisiko tinggi, seperti penyakit jantung dan penyakit lainnya. “Jika terus-menerus melakukan hal itu, Anda mudah terserang gangguan penyakit,” katanya, seperti dilansir Mens Health.
“Jadi jika Anda panik, coba tersenyumlah. Percaya atau tidak, hanya dengan pura-pura senyum dapat membantu mengurangi efek stres dan menurunkan detak jantung Anda,” kata Zoccola dalam penelitian yang dipublikasikan oleh Univercity of Kansas.
Dalam penelitian yang dipublikasikan oleh Univercity of Kansas, Zoccola menyimpulkan bahwa dengan mengaktifkan otot-otot di wajah seperti mengirimkan pesan ke otak, Anda merasa senang dan tenang.
"JANGAN terlalu banyak berpikir! Terus memikirkan peristiwa yang membuat stres bisa meningkatkan 20 persen peradangan dalam tubuh Anda,” kata peneliti dari Ohio University.
Bila berlebihan merenungkan masa lalu, pada dasarnya Anda menciptakan hormon stres dalam pikiran Anda, kata penulis Peggy Zoccola, Ph.D.
“Stres bisa berdampak pada perubahan dalam tubuh Anda dari detak jantung, tekanan darah, atau tingkatan kartisol (hormon yang mempengaruhi metabolisme tubuh) dan terus merenungkan peristiwa stres itu bisa mengaktifkan suasana negatif yang sama dalam tubuh saat itu,” tambahnya.
Selanjutnya, kata dia, jika Anda tidak bisa beranjak dari pikiran itu, maka bisa berdampak pada peradangan yang berisiko tinggi, seperti penyakit jantung dan penyakit lainnya. “Jika terus-menerus melakukan hal itu, Anda mudah terserang gangguan penyakit,” katanya, seperti dilansir Mens Health.
“Jadi jika Anda panik, coba tersenyumlah. Percaya atau tidak, hanya dengan pura-pura senyum dapat membantu mengurangi efek stres dan menurunkan detak jantung Anda,” kata Zoccola dalam penelitian yang dipublikasikan oleh Univercity of Kansas.
Dalam penelitian yang dipublikasikan oleh Univercity of Kansas, Zoccola menyimpulkan bahwa dengan mengaktifkan otot-otot di wajah seperti mengirimkan pesan ke otak, Anda merasa senang dan tenang.
Sabtu, 23 Maret 2013
Rahasia dan Fakta Menakjubkan dari Air Zam-Zam

TELAGA zam-zam yang kita ketahui sekarang, ditemukan oleh Siti Hajar isteri kedua Nabi Ibrahim a.s dan ibu kepada anak Nabi Ibrahim yaitu Nabi Ismail. Siti Hajar dan anak kecilnya Nabi Ismail kehausan di kawasan gurun pasir.
Lalu Siti Hajar berlari-lari 7 kali antara bukit Safa dan Marwa untuk mendapatkan air untuk anaknya. Dan Allah menghantar malaikat Jibrail untuk mengeluarkan air suci dari tengah-tengah padang pasir itu.
Lokasinya ialah tempat Nabi Ismail menghentak-hentak kaki dan menangis. Siti Hajar mengepung kawasan mata air itu dengan batu-batu dan memanggil zamzam yang bermaksud 'kepung air'. Ketika itu Mekah belum ada penduduk. Dan dari sinilah awal kemakmuran Mekkah.
Namun, Tak banyak yang tahu bagaimana caranya sumur zam-zam bisa mengeluarkan puluhan juta liter pada satu musim haji, tanpa pernah kering sekali pun. Seorang peneliti pernah diperintahkan raja Faisal menyelidiki sumur zam-zam untuk menjawab tuduhan kotor seorang doktor dari Mesir.
Berapa Juta Liter Air Zam-Zam?
Berapa banyak air zam-zam yang di “kuras” setiap musim haji? Mari kita hitung secara sederhana. Jamaah haji yang berdatangan dari seluruh penjuru dunia pada setiap musim haji dewasa ini berjumlah sekitar dua juta orang.
Semua jemaah diberi 5 liter air zam-zam ketika pulang nanti ke tanah airnya. Kalau 2 juta orang membawa pulang masing-masing 5 liter zam-zam ke negaranya, itu saja sudah 10 juta liter.
Disamping itu selama di Mekah, kalau saja jamaah rata-rata tinggal 25 hari, dan setiap orang menghabiskan 1 liter sehari, maka totalnya sudah 50 juta liter !!
Keanehan Air Zam-Zam
Pada tahun 1971, seorang doktor dari negeri Mesir mengatakan kepada Press Eropah bahwa air Zamzam itu tidak sehat untuk diminum. Asumsinya didasarkan bahwa kota Mekah itu ada di bawah garis permukaan laut. Air Zamzam itu berasal dari air sisa buangan penduduk kota Mekah yang meresap, kemudian mengendap terbawa bersama-sama air hujan dan keluar dari sumur Zamzam. Masya Allah.
Berita ini sampai ke telinga Raja Faisal yang kemudian memerintahkan Mentri Pertanian dan Sumber Air untuk menyelidiki masalah ini, dan mengirimkan sampel air Zamzam ke Laboratorium-laboratorium di Eropah untuk ditest.
Ketika sampai di dalam sumur, Tariq amat tercengang ketika menyaksikan bahwa ukuran “kolam” sumur itu hanya 18 x 14 feet saja (Kira-kira 5 x 4 meter). Tak terbayang, bagaimana caranya sumur sekecil ini bisa mengeluarkan jutaan galon air setiap musim hajinya. Dan itu berlangsung sejak ribuan tahun yang lalu, sejak zaman Nabi Ibrahim AS.
Penelitian menunjukkan, mata air zamzam bisa memancarkan air sebanyak 11-18 liter air per detik. Dengan demikian, setiap menit akan dihasilkan 660 liter air. Itulah yang mencengangkan.
Tariq mulai mengukur kedalaman air sumur. Dia minta asistennya masuk ke dalam air. Ternyata air sumur itu hanya mencapai sedikit di atas bahu pembantunya yang tinggi tubuhnya 5 feet 8 inci. Lalu dia menyuruh asistennya untuk memeriksa, apakah mungkin ada cerukan atau saluran pipa di dalamnya. Setelah berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya, ternyata tak ditemukan apapun!.
Dia berpikir, mungkin saja air sumur ini disuppli dari luar melalui saluran pompa berkekuatan besar. Bila seperti itu kejadian nya, maka dia bisa melihat turun-naiknya permukaan air secara tiba-tiba. Tetapi dugaan inipun tak terbukti. Tak ditemukan gerakan air yang mencurigakan, juga tak ditemukan ada alat yang bisa mendatangkan air dalam jumlah besar.
Selanjutnya Dia minta asistennya masuk lagi ke dalam sumur. Lalu menyuruh berdiri, dan diam ditempat sambil mengamati sekelilingnya. Perhatikan dengan sangat cermat, dan laporkan apa yang terjadi, sekecil apapun.
Setelah melakukan proses ini dengan cermat, asistennya tiba-tiba mengacungkan kedua tangannya sambil berteriak: “Alhamdulillah, Saya temukan dia! Pasir halus menari-nari di bawah telapak kakiku. Dan air itu keluar dari dasar sumur”.
Lalu asistennya diminta berputar mengelilingi sumur ketika tiba saat pemompaan air (untuk dialirkan ke tempat pendistribusian air) berlangsung.
Dia merasakan bahwa air yang keluar dari dasar sumur sama besarnya seperti sebelum periode pemompaan. Dan aliran air yang keluar, besarnya sama di setiap titik, di semua area. Ini menyebabkan permukaan sumur itu relatif stabil, tak ada guncangan yang besar
Dia merasakan bahwa air yang keluar dari dasar sumur sama besarnya seperti sebelum periode pemompaan. Dan aliran air yang keluar, besarnya sama di setiap titik, di semua area. Ini menyebabkan permukaan sumur itu relatif stabil, tak ada guncangan yang besar
Mengandung zat Anti-Kuman
Hasil penelitian sampel air di Eropah dan Saudi Arabia menunjukkan bahwa Zamzam mengandung zat fluorida yang punya daya efektif membunuh kuman, layaknya seperti sudah mengandung obat.
Lalu perbedaan air Zamzam dibandingkan dengan air sumur lain di kota Mekah dan Arab sekitarnya adalah dalam hal kuantitas kalsium dan garam magnesium.
Lalu perbedaan air Zamzam dibandingkan dengan air sumur lain di kota Mekah dan Arab sekitarnya adalah dalam hal kuantitas kalsium dan garam magnesium.
Kandungan kedua mineral itu sedikit lebih banyak pada air zamzam. Itu mungkin sebabnya air zamzam membuat efek menyegarkan bagi jamaah yang kelelahan.
Keistimewaan lain, komposisi dan rasa kandungan garamnya selalu stabil, selalu sama dari sejak terbentuknya sumur ini. “Rasanya” selalu terjaga, diakui oleh semua jemaah haji dan umrah yang selalu datang tiap tahun.
Menyembuhkan Penyakit
Nabi saw menjelaskan:
”Sesungguhnya, Zamzam ini air yang sangat diberkahi, ia adalah makanan yang mengandung gizi”.
Nabi saw menambahkan:
“Air zamzam bermanfaat untuk apa saja yang diniatkan ketika meminumnya. Jika engkau minum dengan maksud agar sembuh dari penyakitmu, maka Allah menyembuhkannya. Jika engkau minum dengan maksud supaya merasa kenyang, maka Allah mengenyangkan engkau. Jika engkau meminumnya agar hilang rasa hausmu, maka Allah akan menghilangkan dahagamu itu. Ia adalah air tekanan tumit Jibril, minuman dari Allah untuk Ismail”. (HR Daruqutni, Ahmad, Ibnu Majah, dari Ibnu Abbas).
Rasulullah saw pernah mengambil air zamzam dalam sebuah kendi dan tempat air dari kulit, kemudian membawanya kembali ke Madinah. Air zamzam itu digunakan Rasulullah saw untuk memerciki orang sakit dan kemudian disuruh meminumnya.
Dalam penelitian ilmiah yang dilakukan di laboratorium Eropa, terbukti bahwa zamzam memang lain. Kandungan airnya berbeda dengan sumur-sumur yang ada di sekitar Makah;
- Kadar Kalsium dan garam Magnesiumnya lebih tinggi dibanding sumur lainnya, berkhasiat untuk menghilangkan rasa haus dan efek penyembuhan.
- Zamzam juga mengandung zat fluorida yang berkhasiat memusnahkan kuman-kuman yang terdapat dalam kandungan airnya.
- Yang juga menakjubkan adalah, tak ada sedikit pun lumut di sumur ini. Zamzam selalu bebas dari kontaminasi kuman.
- Anehnya lagi, pada saat semua sumur air di sekitar Mekah dalam keadaan kering, sumur zamzam tetap berair. Dan zamzam memang tak pernah kering sepanjang zaman.
Beberapa ulama fikih merekomendasikan agar jamaah haji membawa zamzam ketika pulang ke negaranya sebab zamzam itu bisa sebagai obat untuk suatu penyembuhan. Dan ini terbukti, banyak jamaah dari Indonesia maupun negara lain yang pernah merasakan keajaiban air zamzam.
Hati yang lapang
SEORANG pemuda yang sedang galau mendatangi seorang ulama yang bijaksana. Pemuda tersebut sudah tidak mampu lagi menjalani kehidupannya yang penuh problematika, sehingga ia pun mengadu kepada ulama tersebut.
“Wahai orang alim, aku sudah bosan hidup dengan permasalahan yang tiada henti mendera kehidupanku. Dapatkah engkau membantuku menyelesaikan segala masalah yang selalu ada dalam hidupku ini?” Tanya pemuda itu.
“Hai pemuda yang gagah, adakah tempat di muka bumi ini yang tidak menimbulkan masalah?
Sesungguhnya setiap yang bernyawa di dunia ini tidak akan terlepas dari yang namanya permasalahan. Nah, maukah kamu aku berikan cara agar mudah menghadapi permasalahanmu itu?” Ulama tersebut balik bertanya.
“Apa yang harus aku lakukan?” Pemuda itu kembali bertanya.
Ulama tersebut hanya tersenyum sembari mengambil segenggam garam dan memasukkannya ke dalam gelas yang berisi air.
Garam itu diaduknya dalam gelas yang berisi air tersebut hingga larut dan diberikan kepada pemuda itu. Kemudian, pemuda tersebut diminta meminum air garam dalam gelas tadi.
“Bagaimana rasanya?” Tanya ulama tersebut.
“Asin sekali,” jawab pemuda itu.
Selanjutnya sang ulama mengajak pemuda itu ke tepi danau air tawar yang luas. Ia pun memasukkan segenggam garam yang sama ukurannya dengan garam sebelumnya yang dimasukkan ke dalam gelas tadi.
Setelah beberapa saat mengaduk-aduk air di tepi danau itu, ia pun menyuruh anak muda tadi mengambil air dari danau itu dan diminta meminumnya.
“Bagaimana rasanya?” Ulama itu kembali bertanya.
“Hambar, tawar dan tidak berasa,” kata pemuda itu.
“Demikianlah permasalahan hidup, jika kita menghadapinya dengan hati sempit seperti gelas tadi, maka sangat terasa berat permasalahan hidup ini. Sebaliknya, jika kita menghadapi berbagai macam masalah dengan hati yang lapang seluas danau itu, maka tidak akan terasa permasalahan di dunia ini.
Sesungguhnya masalah yang paling berat hanya ketika manusia berada di neraka, maka jadikanlah permasalahanmu di dunia ini sebagai lumbung amal sholehmu agar terbebas dari perkara di neraka jahim.” Jelas ulama itu sambil berlalu meninggalkannya.
Hikmah yang dapat diambil dari ulasan kisah tersebut adalah pentingnya melapangkan hati dalam menyikapi problematika hidup ini. Hati yang lapang akan mampu menampung dan menetralisir permasalahan hidup yang silih berganti datangnya.
Luas dan sempitnya hati sangat mempengaruhi mental seseorang dalam menjalani liku-liku kehidupan. Dengan hati yang lapang, seseorang akan lebih bijak memahami permasalahan hidupnya. Karena hati yang lapang merupakan bagian dari kesabaran seseorang, dan kesabaran adalah anugerah terbaik dari Allah SWT.
''...dan tidaklah seseorang itu diberi sesuatu yang lebih baik dan lebih lapang dari pada kesabaran.” (HR Bukhari dan Muslim).
Dan telah banyak pembahasan mengenai sabar yang merupakan salah satu sifat sekaligus ciri orang beriman.
“Sungguh menakjubkan perkara orang yang beriman, karena segala perkaranya adalah baik. Jika ia mendapatkan kenikmatan, maka ia bersyukur. Dan jika ia tertimpa musibah atau kesulitan, ia bersabar karena mengetahui bahwa hal tersebut adalah baik baginya.” (HR Muslim).[] sumber : republika
“Wahai orang alim, aku sudah bosan hidup dengan permasalahan yang tiada henti mendera kehidupanku. Dapatkah engkau membantuku menyelesaikan segala masalah yang selalu ada dalam hidupku ini?” Tanya pemuda itu.
“Hai pemuda yang gagah, adakah tempat di muka bumi ini yang tidak menimbulkan masalah?
Sesungguhnya setiap yang bernyawa di dunia ini tidak akan terlepas dari yang namanya permasalahan. Nah, maukah kamu aku berikan cara agar mudah menghadapi permasalahanmu itu?” Ulama tersebut balik bertanya.
“Apa yang harus aku lakukan?” Pemuda itu kembali bertanya.
Ulama tersebut hanya tersenyum sembari mengambil segenggam garam dan memasukkannya ke dalam gelas yang berisi air.
Garam itu diaduknya dalam gelas yang berisi air tersebut hingga larut dan diberikan kepada pemuda itu. Kemudian, pemuda tersebut diminta meminum air garam dalam gelas tadi.
“Bagaimana rasanya?” Tanya ulama tersebut.
“Asin sekali,” jawab pemuda itu.
Selanjutnya sang ulama mengajak pemuda itu ke tepi danau air tawar yang luas. Ia pun memasukkan segenggam garam yang sama ukurannya dengan garam sebelumnya yang dimasukkan ke dalam gelas tadi.
Setelah beberapa saat mengaduk-aduk air di tepi danau itu, ia pun menyuruh anak muda tadi mengambil air dari danau itu dan diminta meminumnya.
“Bagaimana rasanya?” Ulama itu kembali bertanya.
“Hambar, tawar dan tidak berasa,” kata pemuda itu.
“Demikianlah permasalahan hidup, jika kita menghadapinya dengan hati sempit seperti gelas tadi, maka sangat terasa berat permasalahan hidup ini. Sebaliknya, jika kita menghadapi berbagai macam masalah dengan hati yang lapang seluas danau itu, maka tidak akan terasa permasalahan di dunia ini.
Sesungguhnya masalah yang paling berat hanya ketika manusia berada di neraka, maka jadikanlah permasalahanmu di dunia ini sebagai lumbung amal sholehmu agar terbebas dari perkara di neraka jahim.” Jelas ulama itu sambil berlalu meninggalkannya.
Hikmah yang dapat diambil dari ulasan kisah tersebut adalah pentingnya melapangkan hati dalam menyikapi problematika hidup ini. Hati yang lapang akan mampu menampung dan menetralisir permasalahan hidup yang silih berganti datangnya.
Luas dan sempitnya hati sangat mempengaruhi mental seseorang dalam menjalani liku-liku kehidupan. Dengan hati yang lapang, seseorang akan lebih bijak memahami permasalahan hidupnya. Karena hati yang lapang merupakan bagian dari kesabaran seseorang, dan kesabaran adalah anugerah terbaik dari Allah SWT.
''...dan tidaklah seseorang itu diberi sesuatu yang lebih baik dan lebih lapang dari pada kesabaran.” (HR Bukhari dan Muslim).
Dan telah banyak pembahasan mengenai sabar yang merupakan salah satu sifat sekaligus ciri orang beriman.
“Sungguh menakjubkan perkara orang yang beriman, karena segala perkaranya adalah baik. Jika ia mendapatkan kenikmatan, maka ia bersyukur. Dan jika ia tertimpa musibah atau kesulitan, ia bersabar karena mengetahui bahwa hal tersebut adalah baik baginya.” (HR Muslim).[] sumber : republika
Jumat, 22 Maret 2013
Kunci Meraih Masa Depan Sukses
Anda pasti setuju bahwa menggapai masa depan yang didamba-dambakan, tidak semudah menjetikkan jari
Memiliki masa depan yang cerah pasti menjadi tujuan hidup semua orang. Sukses dalam pendidikan, karier, dan memiliki keluarga yang bahagia merupakan definisi sebagian besar orang tentang masa depan yang cerah.
Tapi, Anda pasti setuju bahwa menggapai masa depan yang didamba-dambakan, tidak semudah menjetikkan jari. Banyak rintangan yang harus dilewati! Entah itu dari dalam diri sendiri, atau juga lingkungan sekitar.
Karenanya, jangan pernah patah semangat untuk melalui rintangan-rintangan tersebut, Simak beberapa inspirasi kunci meraih masa depan yang cerah berikut ini:
- Mimpi dan niat merupakan awal dari segalanya, dare to dream mengembangkan diri sendiri dan berusaha keras adalah kunci meraih masa depan yang cerah.
- Jika yakin dengan kemampuan diri sendiri, maka kita akan berani mencoba hal atau tantangan baru. Sukses atau gagal, tidaklah jadi masalah! Karena yang terpenting; kita jangan pernah takut untuk maju sebelum berperang!.
- Dari proses pengembangan diri, kita akan mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman. Ya! Ilmu dan pengalaman adalah guru terbaik untuk bisa meraih masa depan yang cerah dan cemerlang. Kedua kunci tersebut pun harus saling menopang satu sama lain agar tujuan Anda bisa tercapai!
- Optimis dan yakin akan kemampuan diri sendiri, menjadi kunci dalam meraih masa depan yang cerah! Pokoknya, jangan sampai kegagalan menjadi halangan untuk meraih masa depan yang cerah. Belajarlah selalu dari kegagalan, dan jangan lupa untuk menghargai setiap usaha yang Anda buat. Life is a place to learn!.
- Kunci untuk memiliki masa depan yang cerah adalah menabung dan berinvestasi sejak dini. Lalu, jangan lupa juga untuk memiliki pola hidup yang sehat!.
- Dengan cara giat bekerja pada masa produktif dan tahu cara mengatur keuangan dengan baik, niscaya masa depan akan cerah dan cemerlang.
- Disiplin merupakan kunci untuk bisa meraih masa depan cerah. Hanya saja, kita harus bisa selalu fokus, teratur dan terarah dengan apa yang dibangun serta jalankan sedari awal, demi mewujudkan masa depan yang cerah!.
- Kunci dalam meraih masa depan cerah ada saat kita bisa menghargai dan membahagiakan orang lain. Karena menghargai orang lain sama dengan menghargai diri sendiri, dimana pada akhirnya akan membawa banyak kebahagiaan.
Bagaimana dengan Anda? Apa inpirasi cara yang menjadi kunci bagi Anda untuk meraih masa depan yang cerah?
Memiliki masa depan yang cerah pasti menjadi tujuan hidup semua orang. Sukses dalam pendidikan, karier, dan memiliki keluarga yang bahagia merupakan definisi sebagian besar orang tentang masa depan yang cerah.
Tapi, Anda pasti setuju bahwa menggapai masa depan yang didamba-dambakan, tidak semudah menjetikkan jari. Banyak rintangan yang harus dilewati! Entah itu dari dalam diri sendiri, atau juga lingkungan sekitar.
Karenanya, jangan pernah patah semangat untuk melalui rintangan-rintangan tersebut, Simak beberapa inspirasi kunci meraih masa depan yang cerah berikut ini:
- Mimpi dan niat merupakan awal dari segalanya, dare to dream mengembangkan diri sendiri dan berusaha keras adalah kunci meraih masa depan yang cerah.
- Jika yakin dengan kemampuan diri sendiri, maka kita akan berani mencoba hal atau tantangan baru. Sukses atau gagal, tidaklah jadi masalah! Karena yang terpenting; kita jangan pernah takut untuk maju sebelum berperang!.
- Dari proses pengembangan diri, kita akan mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman. Ya! Ilmu dan pengalaman adalah guru terbaik untuk bisa meraih masa depan yang cerah dan cemerlang. Kedua kunci tersebut pun harus saling menopang satu sama lain agar tujuan Anda bisa tercapai!
- Optimis dan yakin akan kemampuan diri sendiri, menjadi kunci dalam meraih masa depan yang cerah! Pokoknya, jangan sampai kegagalan menjadi halangan untuk meraih masa depan yang cerah. Belajarlah selalu dari kegagalan, dan jangan lupa untuk menghargai setiap usaha yang Anda buat. Life is a place to learn!.
- Kunci untuk memiliki masa depan yang cerah adalah menabung dan berinvestasi sejak dini. Lalu, jangan lupa juga untuk memiliki pola hidup yang sehat!.
- Dengan cara giat bekerja pada masa produktif dan tahu cara mengatur keuangan dengan baik, niscaya masa depan akan cerah dan cemerlang.
- Disiplin merupakan kunci untuk bisa meraih masa depan cerah. Hanya saja, kita harus bisa selalu fokus, teratur dan terarah dengan apa yang dibangun serta jalankan sedari awal, demi mewujudkan masa depan yang cerah!.
- Kunci dalam meraih masa depan cerah ada saat kita bisa menghargai dan membahagiakan orang lain. Karena menghargai orang lain sama dengan menghargai diri sendiri, dimana pada akhirnya akan membawa banyak kebahagiaan.
Bagaimana dengan Anda? Apa inpirasi cara yang menjadi kunci bagi Anda untuk meraih masa depan yang cerah?
Langganan:
Postingan (Atom)